Menunggu Data Terbaru · 6/6 Sensor Aktif

PREDIKTA

PREdictive DIsaster Knowledge Technology & AI

Memantau kondisi lingkungan secara real-time menggunakan sensor IoT (DS18B20, SHT31, JSN-SR04T, PMS5003T), lalu mengolahnya dengan model kecerdasan buatan untuk mengklasifikasikan status risiko saat ini, memprediksi tren beberapa waktu ke depan, dan mendeteksi perubahan tutupan lahan di sekitar titik monitoring.

Telah dilihat 698 kali
Status Sistem
Siaga
Klasifikasi model AI
Update Terakhir
06:38:45
17 Sep 2026
Jumlah Sensor Aktif
0
dari 6 parameter terpasang
Live
Siaga

Siaga

Confidence: 54.5%
Diperbarui: 17/09/2026 06:38:45
Aman
0.2%
Waspada
10.5%
Siaga
54.5%
Bahaya
34.8%
  Data Sensor Terkini
32.1
°C
Suhu · DS18B20
62.1
%RH
Kelembapan · SHT31
270.0
µg/m³
PM1.0 · PMS5003T
422.0
µg/m³
PM2.5 · PMS5003T
397.0
µg/m³
PM10 · PMS5003T
0.0
cm
Tinggi Air · JSN-SR04T
  Klasifikasi Per Bencana
Menampilkan lokasi: Ketapang
Kebakaran
Siaga
Confidence 99.6%
Kondisi panas dan kering terdeteksi signifikan. Risiko kebakaran lahan meningkat — siapkan langkah mitigasi.
Banjir
Aman
Confidence 99.8%
Tinggi permukaan air dalam batas normal. Tidak ada indikasi potensi banjir.
Pencemaran Udara
Bahaya
Confidence 98.7%
Kualitas udara sangat buruk. Hindari aktivitas luar ruangan dan gunakan penyaring udara di dalam ruangan.
Deforestasi
Aman
31.7% lahan terdeforestasi
Persentase lahan yang terdeforestasi masih rendah. Kondisi vegetasi relatif stabil.
Titik Sensor
Info Lokasi
Menampilkan Ketapang · 2 lokasi di peta
  Peta Real-time · OpenStreetMap Leaflet.js
Aman Waspada Siaga Bahaya Klik penanda · radius = status risiko gabungan lokasi
BPBD Kabupaten Ketapang Status Risiko: Siaga
AlamatBPBD Kabupaten Ketapang
Koordinat-1.82952, 109.97894
KabupatenKetapang
ProvinsiKalimantan Barat
Status DeforestasiRendah
Update Terakhir17/09/2026 06:38:45
  Deteksi Perubahan Lahan AI
Memuat peta lokasi...
Prediksi Model AIRendah
31.7%
Probabilitas Deforestasi
Rendah
Diproses satu kali saat instalasi dari citra seluruh wilayah Ketapang.
Deret Waktu
Grafik Sensor
  Suhu (°C)
  Kelembapan (%RH)
  PM2.5 (µg/m³)
  Tinggi Air (cm)
  PM1.0 (µg/m³)
  PM10 (µg/m³)
Deret Waktu · Prediksi
Grafik Prediksi Semua Sensor
Garis solid: data aktual · garis putus-putus: hasil prediksi model AI
  Suhu (°C) · Aktual vs Prediksi
  Kelembapan (%RH) · Aktual vs Prediksi
  Tinggi Air (cm) · Aktual vs Prediksi
  PM1.0 (µg/m³) · Aktual vs Prediksi
  PM2.5 (µg/m³) · Aktual vs Prediksi
  PM10 (µg/m³) · Aktual vs Prediksi
Kecerdasan Buatan
Forecast Overview
Horizon +5 Menit
  Timeline Prediksi Horizon 5-30 Menit
Timeline Prediksi
Sensor Nilai Saat Ini Nilai Prediksi Tren
Suhu 32.1 °C 31.3 °C
Kelembaban 62.1 %RH 63.6 %RH
Tinggi Air 0.0 cm 0.0 cm
PM1.0 270.0 µg/m³ 283.0 µg/m³
PM2.5 422.0 µg/m³ 407.0 µg/m³
PM10 397.0 µg/m³ 381.0 µg/m³
  Prediksi Risiko
Siaga
Persentase Confidence: 55.78%

Berdasarkan hasil prediksi model AI terhadap seluruh parameter sensor, kondisi diperkirakan berada pada status Siaga dalam periode prediksi berikutnya.

Kecerdasan Buatan
Ringkasan Interpretasi Otomatis
Interpretasi Berdasarkan Prediksi Model AI

Menghitung interpretasi dari data sensor…

Log
Riwayat Data · 24 Jam Terakhir
WaktuSuhuRH PM1.0PM2.5PM10Tinggi AirStatus
Memuat...
Histori data lengkap hanya dapat diakses oleh administrator. Pengguna umum hanya dapat melihat data 24 jam terakhir, grafik, lokasi monitoring, dan informasi penelitian.
Sumber Daya Manusia
Tim Peneliti
FMIPA Univeritas Tanjungpura
Dosen Peneliti
Foto Rahmi Hidayati, S.Kom., M.Cs.
Rahmi Hidayati, S.Kom., M.Cs.
Dosen Peneliti
NIDN 0020078603
Foto Kartika Sari, S.kom., M.Cs.
Kartika Sari, S.kom., M.Cs.
Dosen Peneliti
NIDN 1116069202
Foto Nur'ainul Miftahul Huda, S.Si., M.Sc.
Nur'ainul Miftahul Huda, S.Si., M.Sc.
Dosen Peneliti
NIDN 0014119402
Foto Nurfitri Imro'ah, S.Si., M.Si.
Nurfitri Imro'ah, S.Si., M.Si.
Dosen Peneliti
NIDN 0018078905
Mahasiswa Peneliti
Foto Tandyo Pradekso Pipit Putro
Tandyo Pradekso Pipit Putro
NIM H1051231070 · Angkatan 2023
Rekayasa Sistem Komputer, FMIPA Universitas Tanjungpura
Foto Rinanda Warith Ahza
Rinanda Warith Ahza
NIM H1051231052 · Angkatan 2023
Rekayasa Sistem Komputer, FMIPA Universitas Tanjungpura
Foto Gibran Bintang Ramadhan
Gibran Bintang Ramadhan
NIM H1051231080 · Angkatan 2023
Rekayasa Sistem Komputer, FMIPA Universitas Tanjungpura
  Afiliasi

Penelitian ini dilaksanakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Profil Sistem
Tentang PREDIKTA

PREDIKTA adalah singkatan dari PREdictive DIsaster Knowledge Technology & AI, sebuah sistem monitoring dan prediksi risiko multi bencana berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan oleh Tim Peneliti FMIPA Universitas Tanjungpura. Sistem ini memantau kondisi lingkungan secara real-time, mengklasifikasikan status risiko saat ini, memproyeksikan tren beberapa periode ke depan, serta mendeteksi indikasi deforestasi pada lahan di sekitar titik monitoring. Seluruh proses berjalan otomatis dan ditampilkan pada dashboard yang dapat diakses publik maupun administrator.

Berbeda dengan pendekatan monitoring bencana konvensional yang umumnya hanya menyajikan data mentah sensor tanpa interpretasi, PREDIKTA menggabungkan beberapa model kecerdasan buatan sekaligus dalam satu alur kerja: satu model untuk mengklasifikasikan status risiko saat ini, satu model untuk memproyeksikan tren beberapa periode ke depan, dan satu model lain untuk mengkalkulasi tingkat deforestasi dari citra lahan di sekitar titik monitoring. Kombinasi ini dimaksudkan agar data lapangan tidak hanya "dilihat", tetapi juga "dipahami" dan "diproyeksikan" secara otomatis.

Latar Belakang & Urgensi

Wilayah Kalimantan Barat dan sekitarnya secara rutin menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dan lingkungan yang saling berkaitan — mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau yang berdampak pada kualitas udara (kabut asap, peningkatan konsentrasi PM1.0/PM2.5/PM10), hingga banjir dan kenaikan muka air pada musim penghujan. Kondisi ini diperparah oleh tekanan deforestasi yang terus berlangsung, baik akibat alih fungsi lahan maupun praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, yang pada gilirannya meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana berikutnya.

Salah satu tantangan mendasar dalam mitigasi bencana di wilayah seperti ini adalah keterlambatan informasi. Banyak titik rawan berada jauh dari pusat pemantauan, sementara metode observasi konvensional (survei lapangan berkala, laporan manual, atau analisis citra satelit yang tidak selalu real-time) belum cukup untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat. Padahal semakin dini status risiko dapat diketahui dan diproyeksikan, semakin besar peluang untuk melakukan mitigasi sebelum dampaknya meluas. Urgensi inilah yang mendasari pengembangan PREDIKTA: menghadirkan sistem pemantauan yang murah, dapat ditempatkan langsung di lapangan (edge computing berbasis Raspberry Pi), dan mampu memberikan hasil klasifikasi maupun prediksi secara otomatis tanpa menunggu analisis manual.

Landasan Kebijakan

Pengembangan PREDIKTA sejalan dengan sejumlah arah kebijakan penanggulangan bencana dan pengelolaan lingkungan, baik pada tataran nasional maupun kerangka global, di antaranya:

  • UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana — menempatkan upaya pencegahan dan mitigasi berbasis pengurangan risiko sebagai prioritas, bukan semata respons pasca-bencana.
  • Kerangka Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) yang diarahkan oleh BNPB — mendorong ketersediaan data pemantauan real-time sebagai dasar peringatan dini di tingkat lokal.
  • Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN-PRB) — menekankan pentingnya penguatan kapasitas deteksi dan pemantauan berbasis teknologi di wilayah rawan bencana.
  • Sendai Framework for Disaster Risk Reduction — kerangka global yang menjadi rujukan Indonesia dalam pergeseran paradigma dari "manajemen bencana" menuju "manajemen risiko".
  • Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) — relevan dengan fungsi ganda sistem ini dalam memantau risiko bencana sekaligus tekanan deforestasi terhadap lingkungan.

Catatan: PREDIKTA merupakan sistem riset/akademik dan belum berstatus sebagai sistem peringatan dini resmi milik pemerintah daerah maupun BNPB/BMKG. Kerangka kebijakan di atas menjadi acuan arah pengembangan, bukan pernyataan afiliasi kelembagaan.

Permasalahan yang Diselesaikan
Keterlambatan Deteksi

Perubahan kondisi lingkungan (suhu, kualitas udara, muka air) yang bereskalasi cepat sering kali baru diketahui setelah dampaknya terasa, karena minimnya pemantauan kontinu di titik-titik rawan.

Wilayah Terpencil Minim Pantauan

Lokasi rawan bencana tidak selalu berada di area terjangkau infrastruktur monitoring konvensional, sehingga dibutuhkan solusi murah, hemat daya, dan dapat berdiri sendiri di lapangan (edge device).

Deforestasi Tanpa Pengawasan Berkelanjutan

Perubahan tutupan lahan sering kali baru terpantau lewat citra satelit periodik yang tidak real-time, padahal deforestasi berkontribusi langsung terhadap peningkatan risiko karhutla dan banjir.

Komponen Sistem
Sensor IoT

DS18B20 (suhu), GY-SHT31 (kelembapan), PMS5003T (partikel PM1.0/PM2.5/PM10), dan JSN-SR04T (tinggi muka air). Seluruhnya terhubung ke Raspberry Pi 4 sebagai unit pemroses lapangan, dengan catu daya panel surya agar dapat beroperasi mandiri di lokasi terpencil.

Beberapa Model Kecerdasan Buatan

Satu model untuk klasifikasi status risiko secara real-time, satu model lain untuk prediksi deret waktu 5-30 menit ke depan, dan satu model tambahan untuk mengkalkulasi tingkat deforestasi dari citra lahan.

Dashboard & Penyimpanan

Data disimpan sementara pada SQLite lokal (buffer offline) lalu dikirim berkala ke basis data MySQL, dan divisualisasikan melalui dashboard web PHP/MySQL ini secara real-time bagi publik maupun admin.

Manfaat
Pemerintah & Instansi Terkait

Menyediakan data pendukung keputusan berbasis fakta lapangan yang lebih cepat, sebagai pelengkap sumber informasi resmi dalam merencanakan mitigasi dan alokasi sumber daya penanggulangan bencana.

Masyarakat Sekitar

Memberi gambaran kondisi risiko di wilayah tempat tinggal secara terbuka dan mudah diakses, sehingga kewaspadaan dini dapat dilakukan sebelum status risiko meningkat.

Akademisi & Peneliti

Menjadi wahana riset terapan lintas bidang — sistem komputer, matematika, dan statistika — sekaligus sumber dataset lapangan riil untuk pengembangan model prediksi bencana lanjutan.

Keterbatasan & Rencana Pengembangan

Sebagai sistem yang masih berkembang, PREDIKTA memiliki sejumlah keterbatasan yang menjadi arah pengembangan selanjutnya:

  • Cakupan titik monitoring — saat ini sistem baru menjangkau satu titik lokasi monitoring; perluasan ke banyak titik akan meningkatkan representativitas data risiko wilayah.
  • Ketergantungan konektivitas — sinkronisasi data ke server pusat masih memerlukan koneksi jaringan berkala; antrean offline membantu, namun bukan solusi permanen di wilayah dengan konektivitas sangat minim.
  • Validasi model berkelanjutan — akurasi model klasifikasi, prediksi, dan deteksi citra perlu terus dievaluasi seiring bertambahnya data lapangan riil, agar tidak hanya andal pada data uji/simulasi.
  • Integrasi kelembagaan — ke depan, sistem ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk terhubung dengan kanal peringatan dini resmi milik pemerintah daerah maupun BNPB/BMKG.
Hasil klasifikasi deteksi perubahan lahan (diperbesar)